General General

Building Information Modelling (BIM), kenali dan ketahui perbedaannya dengan CAD

July 22, 2021

Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak bermunculan software gambar yang meringankan pekerjaan manusia. Software gambar yang umum dikenal yaitu sofware berbasis CAD seperti AutoCAD. Selain CAD, juga terdapat software gambar berbasi BIM. Keduanya sama-sama software gambar, namun apakah yang membedakan antara CAD dan BIM? Sebelum membahas mengenai perbedaan keduanya, mari sejenak melihat pengertian CAD dan BIM.

Computer Aided Design (CAD)

2.jpg

CAD adalah suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. Produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. Lahirnya program ini merupakan upaya untuk menggeser proses menggambar manual di meja menjadi menggambar menggunakan komputer.

Building Information Modelling (BIM)

Analytical-and-Physical-Model-in-Revit.jpg

BIM adalah suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa Informasi penting dalam proses Design, Construction, Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan 3D.

BIM ini Sudah mulai digunakan pada proyek–proyek Strategis yang ada di Indonesia untuk menunjang kemajuan teknologi di bidang konstruksi. Penerapan BIM ini sangat penting dikembangkan di Indonesia karena dapat mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan di proyek. Salah satu keunggulan dari BIM ini adalah Integrasi Informasi dari berbagai disiplin ilmu dalam satu pemodelan 3D. Orang umum lebih mudah membaca gambar proyek 3 dimensi dibanding dengan 2 dimensi. Dengan gambar 3 dimensi owner proyek akan lebih mudah Memahami gambar teknis yang diajukan oleh kontraktor.

BIM Mulai popular pada tahun 2002 setelah autodesk merilis sebuah makalah yang berjudul “Building Information Modelling”. Istilah Building Information Modeling kembali muncul di pertengahan 2005 ketika US General Services Administration(GSA) membuat keputusan untuk membangun gedung pengadilan baru di Jackson, Mississippi dengan total luas 410.000 ft2. Sejak saat itu, 2D software yang digunakan untuk merancang dan dokumentasi semua fase konstruksi sementara GSA meminta stafnya untuk beralih dari 2D ke pendekatan 3D.

Perbedaan CAD dan BIM

Kembali kepada topik yang ingin kita bahas. Jika kita cermati terdapat perbedaan yang kontras antara kedua software ini. Meskipun sama-sama berfungsi untuk menggambar, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dimensi Gambar

CAD pada dasarnya mengacu gambar 2D saja, namun seiring berjalannya waktu mulai memasukan unsur 3D. Contohnya kemapuan menggambar 3D yang terdapat pada AutoCAD. Kebanyakan hanya mengetahui bahwa AutoCAD hanya untuk gambar 2D, tetapi sebenarnya juga bisa untuk menggambar 3D.

BIM memiliki konsep gambar multi dimensi yang dapat memperlihatkan desain secara menyeluruh. Keunggulan ini memudah orang awam untuk mempelajari tanpa harus belajar gambar teknik sekalipun. Tentu saja dari segi pengerjaan, tentu menjadi lebih mudah.

Penerapan Gambar

Benda-benda mekanik, struktur, maupaun spare part lahir dari gambar CAD. Sering kali digunakan untuk membuat desain awal serta pengujian sebelum masuk ke konsumen. Selain itu, gambar CAD sangat cocok untuk membuat komponen kecil untuk peralatan mekanik.

Untuk pembuatan rel dan terowongan, menggunakan CAD bisa untuk pemetaan dan menganalisa spesifikasi daratan. Tujuannya untuk membuat desain lebih informatif sehingga menghindari kesalahan yang berisiko pada pengerjaan ulang.

_Software_BIM dipakai untuk membuka lahan baru untuk fondasi jalan, jalan raya, gedung, jembatan, gedung, dan lain sebagianya. Hadirnya BIM mampu menentukan struktur mana yang dipakai di jenis tanah tertentu agar memudah pekerja proyek.

Untuk pelaku MEP, BIM bisa menjelaskan kebutuhan pipa ledeng pada lokasi yang dikerjakan. Sehingga dapat disesuaikan untuk pemasangan pipa dengan mellihat hamparan tanah di area kerja.

Lingkup Pengerjaan Gambar

CAD terbatas pada lingkungan pengerjaan gambar. Yang artinya untuk menyatukan gambar harus membandingkan satu gambar dengan lainnya. Apalagi setiap gambar bukan dikerjakan oleh orang yang sama. Hal ini tentu menimbulkan konflik dan kesalahpahaman.

BIM memiliki lingkup lebih luas dengan menyediakan dalam satu wadah. Diantaranya adalah wujud visual, desain teknik, simulasi pengecoran, dan terintegrasi untuk semua pengguna. Sehingga cocok untuk project manager untuk membagikan desain kepada bawahannya.

Konklusi

Manakah yang lebih baik, CAD atau BIM? Jawabannya adalah tidak ada yang lebih baik dari keduannya. CAD dan BIM harus digunakan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan.

CAD banyak digunakan untuk urusan akademik, membuat desain mekanik, serta pemetaan kosntruksi. Dosen menggunakan CAD sebagai media pengajaran agar mahasiswa mengerti konsep dari gambar teknik. Serta mengajarkan tentang pengukuran, apabila salah menentukan ukuran maka gambar tersebut dianggap salah.

BIM sangat cocok untuk urusan bisnis, presentasi, dan managerial. Alasannya adalah mampu menunjukan visual 3D secara menyeluruh. Tampilannya memudahkan orang awam untuk memahami gambar. Serta penyimpanan berbasis _cloud_membuat siapa saja bisa mengakses kapan saja.