Sunday, 18 Nov 2018
Infinity Free Hosting

Kecelakaan Proyek Infrastruktur, Kok Bisa?

Kecelakaan dalam proyek infrastruktur merupakan hal yang sangat krusial. Kenapa ini bisa terjadi? Menurut Bambang Boediyono (dosen Teknik Sipil ITB) Kecelakan terjadi karena beberapa hal berikut.

 

1|  Kurang Pengetahuan Teknik Sipil

Khusus kecelakaan yang tol becakayu, Pak Bambang bilang struktur sementara  untuk menyangga konstruksinya (perancah) hanya ditopang pada satu tumpuan. Alhasil, bekisting konstruksi sementara yang ditopang perancahnya jatuh.

 

2|  Para Pihak Pelaku Konstruksi Kurang Koordinasi

Masing-masing pihak pelaku konstruksi yang terlibat masih berjalan sendiri-sendiri. Seharusnya, “Kementrian PUPR membuat peraturan bagaimana mengintegrasikan mereka”, kata Pak Bambang.

 

3|  Tidak Disiplin

Menurut pengamatan pak Bambang, banyak yang ternyata tidak mengikuti standar SNI dari desain, pelaksanaan, dan pengawasan.

 

4|  Idealnya: Ada Perancanaan Konstruksi

Tender kontraktor yang menang harus mengajukan perencanaan konstruksi. Rencana pelaksanaan konstruksi lengkap oleh kontraktor harus disetujui oleh konsultan perencana dan konsultan pengawas.

 

5|  Idealnya: Ada Check List Pekerjaan yang Disetujui PUPR

Selama pelaksanaan konstruksi berlangsung, harus ada check list urutan pekerjaan yang diperiksa oleh semua pihak sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan disetujui oleh Kementrian PUPR.

 

6|  Idealnya: Ada Badan Hukum Independen

Idealnya, konsultan perencana, kontraktor, dan konsultan pengawas harus mempunya badan hukum yang independen sekaligus sertifikat keahlian pada bidangnya.

 

7|  Idealnya: Jalani Prosedur K3L!

Hal yang tidak kalah penting adalah, kontraktor mengutamakan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan.

 

Nah, itulah beberapa penyebab Kecelakaan konstruksi menurut Pak Bambang dosen Teknik Sipil ITB. Sangat disayangkan banyak kecelakaan yang terjadi dalam konstruksi, padahal bidang Teknik Sipil sangat menyangkut dengan keselamatan manusia.

Related Post