Tuesday, 24 Sep 2019

Limbah Kayu Digunakan Sebagai Campuran Beton

limbah kayu

Sekarang banyak penelitian untuk menemukan bahan alternatif semen yang ramah lingkungan, atau pun bahan campuran beton yang ramah lingkungan dan juga berasal dari limbah. Limbah yang sering diteliti seperti abu sekam padi, cangkang kerang, cangkang sawit, dan berbagai bahan lainnya yang memiliki kandungan silika (SiO2) yang tinggi.

Baru-baru ini para peneliti dari National University of Singapore melakukan sebuah penelitian untuk memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan campuran beton yang mana dapat meningkatkan struktur bangunan. Penelitian ini dilakukan karena produksi limbah kayu yang cukup tinggi yaitu sebesar 530.000 ton di Singapura. Sebagian besar limbah tersebut berupa serbuk gergaji yang berasal dari pabrik furnitur yang tidak dimanfaatkan.

Konsep dasar dari penelitian ini adalah menciptakan Biochar yang sering digunakan dalam industri pertanian sebagai pengubah tanah untuk meningkatkan hasil panen. Dengan daya serap air dan sifat retensi yang baik, para mahasiswa dan profesor dari Department of Building, NUS School of Design and Environment berinovasi dengan menciptakan biochar dari serbuk kayu dan mengaplikasikannya pada konstruksi bangunan.

Sejumlah biochar yang dikembangkan oleh mahasiswa Ph.D. Professor Kua Harn Wei, Souradeep Gupta beserta timnya telah diuji untuk meningkatkan sifat mekanik dan permeabilitas beton dan mortal. Sama seperti campuran beton lainnya, biochar ditambahkan pada saat beton atau mortal dicampur.

limbah kayu
Sumber gambar: NUS

 

Hasil Percobaan

limbah kayu
Sumber gambar: NUS

Percobaan tersebut mengungkapkan bahwa dengan menambahkan biochar yang terbuat dari serbuk kayu dapat meningkatkan kekuatan beton dan campuran mortal masing-masing 20% dan 50%.

 

Biaya

Dengan menerapkan penelitian ini, bekisting yang digunakan selama konstruksi dapat dihilangkan lebih cepat, yang mana dapat menghemat waktu dan biaya konstruksi. Selain itu biochar juga memiliki sifat “mengikat karbon”. Dimana menyimpan karbon dioksida di bangunan lebih baik dari pada dilepaskan ke atmosfer karena pembusukan atau pembakaran yang juga dapat mengurangi pemanasan global.

Ini adalah cara yang sederhana dan terjangkau untuk meningkatkan struktur bangunan, khususnya di Singapura, dimana kebocoran air akibat hujan dan pipa air adalah masalah umum.

— Professor Kua Harn Wei

Pada saat yang sama, kami memanfaatkan limbah kayu dalam jumlah besar yang dihasilkan di Singapura. Hampir 50 kilogram limbah kayu dapat dimanfaatkan untuk setiap ton beton yang dibuat. Kami biasanya membutuhkan 0,5 meter kubik beton untuk setiap meter persegi luas lantai yang dibangun di Singapura. Ini berarti sekitar enam ton limbah kayu yang didaur ulang untuk membangun apartemen dengan luas lantai 100 meter persegi.

— Tambahnya lagi

Sekarang tim peneliti sedang mempertimbangkan untuk mengomersilkan penelitian tersebut, dan sedang berusaha untuk mendapatkan investasi dari perusahaan lokal.

Saya rasa penelitian itu harus diterapkan di Indonesia mengingat produksi limbah kayu di Indonesia juga terbilang tinggi. Berdasarkan data national BPS tahun 2006, produksi serbuk kayu gergaji di Indonesia mencapai 407.548,2 ton per tahun.

 

Referensi:

PropellerAds
Related Post