Saturday, 18 Aug 2018
Infinity Free Hosting

Pemilik Proyek (Owner), Pengertian dan Tugasnya

Pemilik Proyek atau Pengguna Pasa adalah perorangan atau badan usaha yang memiliki pekerjaan  dan memberikan pekerjaan atau menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan yang membayar biaya pekerjaan tersebut. Pengguna Jasa dapat berupa perseorangan, badan, lembaga, atau instansi pemerintah maupun swasta.

Pengertian Pemilik Proyek menurut UU No. 18 Tahun 1999 adalah perorangan atau badan usaha yang diberi kuasa secara hukum untuk bertindak mewakili kepentingan pengguna jasa atau pemilik proyek secara penuh atau terbatas dalam hubungannya dengan penyedia jasa (konsultan perencana, pengawas, dan pelaksana atau kontraktor).

Dalam suatu proyek konstuksi, Owner memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut:

  1. Menunjuk penyedia jasa ( konsultan dan kontraktor).
  2. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan oleh penyedia jasa.
  3. Memberikan fasilitas baik sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan.
  4. Menyediakan lahan untuk tempat pelaksanaan pekerjaan.
  5. Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan.
  6. Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang telah direncanakan dengan cara menunjuk atau menempatkan suatu badan atau orang untuk bertindak atas nama pemilik.
  7. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).
  8. Menerima dan megesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang di kehendaki.

Adapun wewenang dari Owner adalah:

  1. Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masing-masing kontraktor.
  2. Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara memberitahukan secara tertulis kepada kontraktor jika telah terjadi hal-hal diluar kontrak yang ditetapkan.

Sedangkan tugas dan tanggung jawab Owner adalah:

  1. Mengadakan perjanjian kerja dengan konsultan perencana, pengawas dan pelaksana (kontraktor) serta menandatangani naskah serah terima.
  2. Membentuk panitia tender yang bertugas membantu pimpinan proyek dalam menentukan konsultan perencana atau pengawas serta pelaksana proyek.
  3. Memutuskan pemenang tender yang diusulkan oleh panitia tender.
  4. Menunjuk konsultan perencana untuk gedung yang dibangun.
  5. Bertanggung jawab atas selesainya proyek sesuai dengan ketentuan perjanjian yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
  6. Menyetujui dan menetapkan pembayaran bertahap sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan.
  7. Bertanggung jawab terhadap proyek yang dipimpin baik desri segi fiik maupun keuangan.
Related Post